Apa perlu buku paket selalu jadi keluhan?


050808,
Kebutuhan akan peningkatan kualitas pendidikan disekolah apakah harus selalu tergantung pada buku, buku yang sangat berkualitas dari penerbit terkemuka pengarang ternama dan saking hebatnya tuh buku sampai fullcolor setiap halaman dengan gambar-gambar yang menarik, kualitas kertasnya pun tidak buram lagi kayak modul jaman dulu, dengan inovasi yang tiada henti setiap semester berganti versi sampai-sampai tak match lagi jika dipakai oleh adik kelasnya,  isinya pun tidak diragukan lagi, janganlah coba-coba memasukkan anak belum cukup umur  ke sekolah.

Ayeuna mah, geus jamanna meureun… euy!
Meureun beda jeung keur jaman urang,   anu ngan sakadar ngagunakeun buku tulis Leces buatan Padalarang jeung patlot sasiki.  Jadi asa kamahalan meureun nya? he he he. Wajar atuh geus beda jamanna jauh tanggah kalangit
.

Hal yang kurang beradab jika orang tua murid menyalahkan guru, kok guru aja yag selalu disalahkan dengan urusan buku padahal tidak semua guru selalu memaksa murid untuk beli buku paket. Tapi kenapa dengan masalah kucuran dana BOS buku dari pemerintah yang milyaran yang entah kemana  larinya tidak dipermasalahkan.

Nyang penting dalam urusan ini mah harus melihat diri kita sebagai murid yang pernah mendapatkan banyak ilmu dari guru.  Persoalan buku hanya masalah kecil dan akan lenyap dalam sekejap  tidak ada apa-apanya dan jauh beda dengan jasa guru yang akan selalu kita kenang.

Tulisan ini hanya membandingkan saja antara jaman dulu dengan sekarang, kali saja jadi tolak ukur untuk mengambil keputusan sebelum bersikap semena-mena berprasangka buruk terhadap guru.

Salam hormat buat guru-guruku.

7 Responses to Apa perlu buku paket selalu jadi keluhan?

  1. Alkailany mengatakan:

    Betul memang persoalan buku hanya masalah sepele, yang menjadi persoalan adalah bagaimana guru bisa mengkondisikan siswa belajar tanpa harus ada fasilitas buku lengkap

  2. petak mengatakan:

    Apa program buku paket yang bisa di download gagal ya?

  3. didin mengatakan:

    to Alkailany:
    Sepertinya ya jd buku bukan segala-galanya jangan sampai PBM terhambat gara-gara buku.

    to petak:
    Sepertinya yang pernah pake internet saja yang tau keberadaan buku elektronik sekolah (BSE) perlu dilengkapi dahulu buku-bukunya dan di sosialisasikan kepada masyarakat sekolah.

    thks

  4. rudem mengatakan:

    He..he. Nostalgia akang ge sami, nuju SD, eta buku Letjes teh. Nyimpen bukuna oge digulungkeun atanapi dilipet-lipet…der weh diasupken kana saku calana tukang…. Ari Patlot diseukeutanna oge sanes ku Pilor tapi ku bedog we nu aki. He..he… Tapi nu kitu saleresna mah mental juara teh nya.😀

  5. Gombal Label mengatakan:

    coba di link ini..

  6. dhany mengatakan:

    mampir eh ada yang nyari buku kuno ini yach..?!

  7. edhwin farhan riyadhi mengatakan:

    saya ingin buku yang canggih dari negara asing

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: