Hati-hati banyak yang “Culas”!

220908,

Isi dari tulisan ini mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita, tapi alangkah baiknya kita selektif dan selektif lagi dalam mengkonsumsi barang-barang yang beredar dipasaran. Jangan karena harga yang sangat murah tanpa memperhatikan bahaya dan akibatnya yang buruk bagi kelangsungan hidup kita dan keluarga kita. 

Jika kita melihat perbedaan yang samar-samar antara barang yang layak digunakan dengan barang tiruan dari barang yang sama hampir tidak ada sehingga tidak sedikit orang yang sadar bahwa barang yang dipergunakannya bukan barang asli. Contohnya yang penulis ketahui dimedia lain seperti bedak tabur bayi, telor ayam kampung dan juga jenis barang-barang lainnya.

Dengan gencarnya pula barang atau makanan yang sudah kadaluarsa sudah seharusnya kita jeli untuk lebih rajin melihat batas kadaluarsanya. Terutama bagi barang dengan batas kadaluarsanya pendek seperti makanan basah atau danging yang dijual di pasar tradisional atau super market.  

Momen untuk mendapatkan uang sebanyak-banyaknya menjelang hari raya Idul Fitri ada dari sebagian oknum yang mengemas ulang makanan kadaluarsa dalam bentuk lain bahkan tanpa lebel dalam kemasan parcel yang siap dipasarkan tanpa alamat lengkap produsennya.

Selain bahan makanan yang mengandung formalin kini santer dengan daging sapi gila, daging sapi gelonggongan, pencampuran jenis danging sapi dengan daging binatang lain, daging ayam yang disuntik air  sampai daging sisa restoran yang didaur ulang pun tak luput dari pasar.

Kesadaran kita semualah untuk lebih berhati-hati dalam memilih barang, karena tak semua barang dapat terawasi oleh Badan POM, karena kita yang berhubungan langsung dengan barang.

Himbauan: Berhati-hatilah ! sebelum kita menjadi korban penipuan, pemalsuan.

 

3 Responses to Hati-hati banyak yang “Culas”!

  1. artja mengatakan:

    informatif sekali.
    memang tidak sedikit orang yang ceroboh dan terlalu percaya begitu saja pada bualan orang lain yang tak peduli pada apa-apa selain keuntungan pribadi

  2. supono mengatakan:

    Saya jadi takut makan di warteg, beli jajanan di pinggir jalan.
    Kasian yang jadi korban, padahal mereka masih banyak yang jujur.

  3. Achmad mengatakan:

    mmmmm,….. jadi memang harus berhati2 dalam memilih tempat untuk jajanan ya????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: